Rabu, 02 Mei 2012

bismillah..
ku tulis di siang hari yang cerah dan menyengat sebenernya..hehe..
ku tuangkan sebelum semuanya memuai karena kemalasanku untuk menulis..:)
setelah tadi sedikit bersitegang dalam diskusi..ga juga sebenernya..(lebay.com)

hmm, yah betekad menjadikan blog ini menjadi dunia kefarmasian tidak sekedar ujian kehidupan yang ku lalui tetapi juga ujian mencari ilmu serta mengaplikasikan ilmu yang telah ku pelajari..hehehe.. masih belajar untuk menjadi seorang long life learner salah satunya dengan menulis..wkwkwk..:)

studi apoteker ku hari ini mengajarkan tentang "Pengaruh Makanan Terhadap Absorbsi Obat",..
sedikit menggelitik hati sebenernya bukan dengan temanya tetapi situasi yang terjadi di kelas...
ku jelaskan terlebih dahulu ilmu yang ku dapat tanpa polesan apa2 karena diriku belum membaca, males bgt ya..:) ya  ampun semangat ca belajar2222222xxxxx
Pengaruh Makanan terhadap absorpsi obat ini bisa mempercepat, memperlambat atau menunda absorbsi dari obat. misalnya yang paling sering diketahui adalah Tetrasiklin jika diminum bersamaan dengan susu akan menyebabkan terjadinya kompleks chelat yang tidak larut sehingga.. jangan sekali2 minum tetrasiklin barengan sama susu...kalau mau minum susu maka tetrasiklinnya 1 atau 2 jam setelah itu..
kemudian kafein di dalam teh bisa meningkatkan efek toksik dari antibiotik atau obat yang diminum..tetapi di masyarakat ga ngaruh ya, pada banyak soalnya yang minum obat sama air teh..hmmm gimana ini penjelasannya bu apoteker..
Tapi ada penelitian yang menyatakan bahwa minum teh hijau dengan antibiotik seperti kloramfenikol malah bisa meningkatkan efek terapinya lho..mana yang benar..kita telusuri di edisi selanjutnya ya..hahaha...(ada koq tinggal di search aja)
terus masih banyak lagi misalnya absorpsi antibiotik juga dipengaruhi sebelum atau sesudah makan, karena ketika ada makanan maka akan lebih lama diabsoprsi dan lebih efektif penggunaannya jika sebelum makan atau 1 jam setelah makan...
selanjutnya masih banyak lagi..
dan klimaksnya study hari ini adalah pas diskusi...ada yang bertanya tentang bagaimana pengaruh makanan terhadap absorpsi secara oral yaitu tablet dan sirup...apakah ada perbedaan absorpsi karena proses desintegrasi dan disolusinya..?? Yang ditanya menjawab sama aja karena keduanya kan udah diabsorpsi dan udah dalam bentuk zat aktif jadi tergantung zat aktifnya..(ntah apa selanjutnya jawabannya rica lupa, ini tidak bermaksud menyalahkan jawabannya tidak sama sekali, karena tidak ada jawaban salah dan benar ketika itu sebuah pendapat..ya kan...hmm, yang mau ca sampaikan adalah mungkin termasuk rica juga kayak gitu kalau ditanya suka ngomong sendiri" ya ampun yang gini aja ditanyain, kan udah jelas..."

ini lah hikmah yang ingin Allah sampaikan untuk rica..jangan pernah menyepelekan jawaban atau pertanyaan oran lain, lantas menganggap diri kita lebih baik..karena belum tentu ketika kita ada di posisi itu kita bisa menjawab dengan lugas, tegas dan mudah dimengerti...
terus cerita selanjutnya...
rica nanya berarti kalo sediaannya sustained release sama juga berarti ga ngaruh ada makanan atau tidak..(nah, kelompok yang ditanya dengan wajah yang gimanaaaaa gitu, "menurut rica ntah bener atau ga ekspresi terlihat ya ampun ya udah jelas ngapain ditanya sih bu" meureun) tapi..kan rica ga tahu???..walopun temen dibelakang rica yang tadinya belum puas dengan jawaban yang persentasi "agak ngedumel"
rica tenang aja..ga juga sieh malah diskusi sama temen disamping rica...mahasiswa baik dan baik bgt ya rica ini..hahaha (diskusi dalam diskusi)
jawabannya adalah iyah sama aja, kan itu bentuknya aja yang berbeda..tergantung zat aktifnya dan kita ga ngebahas tentang bentuk sediaan tetapi zat aktifnya..tapi wajahnya yang gitu tea..susah untuk digambarkan dengan pensil warna..dan sudah dijabarkan dengan algoritma atau aljabar..hehehe..

terus semakin seru dengan ada yang menimpali, memberi saran maksudnya.." kalo sustained itu cuma bentuknya jadi ga ngaruh karena dibuat dalam 1 sediaan misalnya untuk 3 dosis...jadi itu mah cuma  membuat sediaan bukan ke arah absorpsi.. trus ada tanggapan lagi..kelompok ini kan membahsnya tentang zat aktifnya aj yang berpengaruh terhadap absorpsi jadi kenapa harus bertanya bukan ke topik pembicaraan dan melebar kemana2.. ( ya ampuunn, padahal kalo menurut Prof Rica hehehe absorpsi itu pasti dipengaruhi secara farmasetik makanya ada formulasi kalo ga ya udah makan aja zat aktifnya ga usah dibentuk2 jadi sediaan sirup dll, terus pasti adalah ngaruhnya bentuk sediaan dengan proses apsorpsinya apakah semakin cepat karena kelarutan meningkat, atau menurun..trus kalo udah zat aktifnya aja bearti ga sama makanan juga donk tapi juga dengan protein plasma dll)
hmm, mau ketawa ga juga, mau jawab males juga ricanya..mau apa ya..hehehe.. yah yahyah..namanya juga pertanyaan kalo meluas atau menyempit kan tergantung sudut pandangnya...jadi geli sendiri dengan ulah2 ini...
sebenernya rica tidak berharap jawaban ini jadi meluas kemana2 tapi namanya juga manusia..punya akal dan persepsi yang subhanallah..ga sama gitu...dan bukan ingin memperkarakan serta ngetes yang tampil sebenernya...tapi karena kemalasan rica untuk membaca jadi biar dapet jawaban instan rica nanya aja..hmm tapi mungkin orang beranggapan berbeda.."waah ini cuma mau ngetest aja.." yah terserahlah mau dipersepsikan begitu juga mangga...

tapi akal rica mendapatkan satu jawaban dan satu hikmah yang luaaaaarrrrrrrr biasaaaaa today..
setelah selese kuliah, ca jadi nyimpulin sendiri jawabannya..bahwa adanya makanan di lambung pasti akan mempengaruhi absorpsi obat baik secara langsung atau tidak langsung...yang tadi akan memperlambat, mempercepat atau menunda...nah hal ini pasti dipengaruhi oleh faktor farmasetik dan farmakokinetik serta farmakodinamik untuk mencapai hasil yang optimal...untuk sediaan sustained release tadi ga sengaja ca baca dibukunya goeswin agus sekilas ternyata Allah ngasih jawaban apa yang ca minta..hehhehe..thanks ya Rabb.. intinya seperti yang ca jelaskan di atas dan ada pengaruh juga dari pergerakan motilitas usus...gitu..
nah mungkin hal ini juga, bukan mgkin tapi memang kayak gitu..makanya ada profil farmakokinetik, berapa lama waktu paruh nya terus eliminasi dsb sehingga timbul regimen dosis atau interval penggunaan..karena ada faktor2 tersebut. makanya ca baru nanggep apa yang salah satu temen rica sampein yaitu BA/BE...tadinya ca pikir nyambung kemana ini tapi ternyata kabel diotak ca lagi salah jaringan dan baru tercerahkan sekarang..iyah makanya ada uji tersebut untuk menentukan profil f.kinetiknya...yayayaya...jadi mencerahkan diri sendiri saja ya kan..hehehe

sebenernya tadi ca ga bermaksud menyulitkan kelompok itu..ca orang sumatra yang sebenernya cuma butuh jawaban ngaruh atau ga, kalo garuh kenapa, dan kalo ga  ya sudah..karena apa...???
hal ini akan jadi sangaaaaadddd222 berguna saat kita terjun dilapangan atau untuk swamedikasi atau home care..why..??? agar penggunaan obat tersebut tepat...biaya efektif, kualitas hidup pasien meningkat..
 yang ga ngerti dengan tulisan ini, gpp ini memang bukan untuk dimengerti tapi harus dipelajari dan dipahami lebih lanjut..dan sebenernya karena ga mau kehilangan tiap moment yang terjadi aja dalam kehidupan yang dijalani saat ini...
satu lagi,,karakter indonesian pisan...termasuk ca meureun...
character building nya..suka mencari2 alasan dan suka menyalahkan orang lain..hal ini ca rasakan disekitar ca dan mungkin rica juga sering kayak gitu...
kalo diskusi ga ada yang mau nanya, tapi ntar bersungut2 dibelakang...kalo ada yang nanya dianggap menjatuhkan kelompok dan pada males jawab.. dan kalo ada yang nanya seolah2 virus yang harus dihindari..penyakit menular macam apa ini.hmmm
indonesiaku..indonesiaku...
ayo kita berubah jadi lebih baik....semoga ca bisa jadi insan berguna...bisa mengaplikasikan ilmu2 yang sudah dipelajari..biar jadi amal jariyah..hhehe...:)
be a great apothecary ca..!!! u can do the best insyaAllah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar